Arsip Kategori: Liga Nasional

Arema Was-was

MALANG — Pertandingan terakhir Grup H AFC Cup tampaknya tak bakal dilalui dengan mudah oleh Arema FC. Walau melakoni pertandingan kandang menjamu Navibank Saigon. Tetapi kondisi tim belum sepenuhnya mendukung untuk memuluskan target menang besar.

Ya, Arema mengincar kemenangan besar untuk membuka kesempatan lolos sebagai runner up Grup H. Kemungkinan itu masih terbuka walau tergantung pertandingan lainnya antara Kelantan FA kontra Ayeyawady United. Sayangnya, tim yang diarsiteki Dejan Antonic kurang sempurna jelang laga yang digelar Selasa (8/5/2012) mendatang.

Sebab beberapa pemain yang menjadi kunci kekuatan Singo Edan masih sibuk dengan cederanya. Pemain yang masuk daftar cedera adalah Marko Krasic, Gunawan Dwi Cahyo, serta Faris Bagus Dinata. Pemain inti lain, Roman Chmelo sudah absen di dua pertandingan terakhir.

Kondisi itu jelas membuat Arema was-was. Walaupun keikutsertaan di AFC Cup bukan menjadi target primer Arema, namun Dejan sudah mendeklarasikan timnya akan memanfaatkan sekecil apa pun kesempatan yang ada untuk lolos. Menang dengan jumlah gol besar pun bakal menjadi menu utama pada pertandingan nanti.

“Pada pertandingan lawan Persija lalu memang menyisakan beberapa pemain cedera. Memang bukan cedera parah, tapi kami harus terus memantau kondisinya secara intensif. Begitu pula Roman Chmelo yang masih tahap pemulihan cedera,” terang Noor Ramadhan, Media Officer Arema FC.

Roman Chmelo cedera kala Arema menyingkirkan Persipro Bondowoso United di ajang Piala Indonesia putaran kedua. Setelah pertandingan itu Roman Chmelo berjibaku dengan cedera dan harus absen pada laga menghadapi Ayeyawady United (AFC Cup), serta Persija Jakarta di kompetisi Indonesian Premier League (IPL).

Kehilangan seorang Roman Chmelo terbukti bukan sebuah masalah bagi pelatih Dejan Antonic karena ia bisa memposisikan TA Musafri di lini tengah. Namun jika harus kehilangan Marko Krasic, maka keseimbangan lapangan tengah patut dipertanyakan. Padahal di sinilah salah satu kekuatan pokok tim Singo Edan.

“Masih ada empat hari lagi untuk memastikan kondisi pemain. Saya pikir pelatih sudah mempunyai rencana dengan tim ini saat menghadapi Navibank. Pastinya kami berupaya tampil enjoy atau tanpa beban walau tetap menargetkan kemenangan untuk bisa lolos dari fase grup,” paparnya.

Pertandingan terakhir nanti sekaligus menjadi pembuktian Arema kepada publik bola Malang bhawa tim ini tak pantas diremehkan. Maklum, di pertandingan kandang AFC Cup sebelumnya Arema gagal memetik kemenangan, ditahan imbang Ayeyawady 1-1 dan bahkan dihancurkan Kelantan FA 3-1.

Tiga kemenangan beruntun yang dicatat Arema di tiga kompetisi berbeda, menjadi catatan penting terkait motivasi pemain. Noor mengatakan kemenangan beruntun tersebut membuat kondisi tim maupun pemain menjadi sangat positif dan penuh kepercayaan diri.

Jika bisa menurunkan kekuatan terbaiknya menjamu Navibank, Noor optimistis timnya bisa mendapatkan hasil sesuai skenario. “Bicara lolos atau tidak, kami belum berpikir ke arah sana. Yang penting menang karena dengan begitu kami sudah memanfaatkan kesempatan,” tandasnya.

“Kejayaan Persib Tak Bisa Diciptakan Semalam”

BANDUNG – Persib Bandung diguncang rencana mundur manajer Umuh Muchtar. Rencana Umuh dipicu oleh tekanan besar bobotoh akibat prestasi Persib yang terus menurun.

Peringkat Persib terus melorot sejak mengalami kekalahan empat kali beruntun. Tim Maung Bandung yang awalnya ditargetkan menjadi juara kompetisi Liga Super Indonesia (ISL) 2011-12, kini hanya berada di posisi 10 klasemen sementara. Bobotoh pun menumpahkan kekesalan dengan menyerang manajemen Persib.

Manajemen Persib lewat Presiden Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB), Glenn T Sugita coba meredam suasana dengan meminta Umuh agar mengurungkan niatnya itu. “Kalau dilimpahkan semua kesalahan ke Pak Umuh itu tidak adil. Tanggung jawab harus ditanggung bersama. Apakah kalau Pak Umuh mundur terus prestasi Persib akan bagus?”

Manajemen Maung Bandung berjanji akan menemui Pak Umuh sepulangnya dari menunaikan ibadah umrah. Manajemen juga meminta agar bobotoh bersabar soal prestasi Persib karena itu butuh proses. Yang jelas, manajemen juga terus bekerja keras untuk mewujudkan prestasi Persib sebagai tim kebanggaan warga Bandung dan Jawa Barat.

Dalam wawancara di kantornya, Gedung Cyber, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Glenn bicara panjang lebar. Ia juga sampaikan bagaimana kecintaannya kepada Persib, mengurus klub dan coba membesarkan sisi bisnisnya. Berikut petikan wawancaranya itu.

Bagaimana ceritanya Pak Glenn pertama kali masuk ke Persib?

Jadi, waktu 2009 saya mendengar Persib kurang 3 atau 4 minggu jelang kompetisi tidak ada dana karena APBD sudah tidak boleh digunakan lagi. Kalau tidak ada dana Persib akan dibubarkan.
Saya sebagai fans Persib, sangat sedih mendengar berita itu. Jadi saya pikir apa yang bisa saya bantu, hingga nama besar dan klub sebesar Persib tidak bubar.
Melalui teman dan setelah bertemu Pak Wakil Gubernur, ketemu Pak Zainuri, Pak Umuh dan Pak Kuswara, saya diberitahu kondisinya seperti apa. Jadi, saya pikir bagaimana saya bisa bantu. Akhirnya saya dan teman-teman menggalang dana untuk Persib di tahun pertama musim 2009/2010. Awalnya dari situ. Lebih kepada merasa bahwa sangat sayang kalau Persib, klub sebesar itu dan klub kesayangan masyarakat Jawa Barat dan Bandung, harus tutup. Saya tergerak untuk membantu. Saya besar di Bandung dan di lingkungan olahraga, jadi saya pikir kenapa tidak coba membantu.

Sejak kapan Anda menjadi pecinta Persib?

Saya dari kecil suka semua olahraga, tapi kebetulan prestasi ada di tenis. Saya suka main sepakbola di sekolah, main badminton, pingpong, voli, basket, semuanya. Seingat saya, kalau mau ada pertandingan di lapangan gravel, kami latihan di Siliwangi. Dulu ada dua lapangan tenis gravel, sebelahnya kan lapangan bola Siliwangi. Jadi sebelum atau sesudah latihan, kalau ada pertandingan, suka nonton. Dulu PON messnya masih di Plaza Senayan, dulu ada rumah-rumah atlet. Kebetulan sebelah saya Kang Robby Darwis, Kang Ajat Sudrajat, jadi Jawa Barat satu jalanan. Kalau sore-sore mau makan, suka bareng jalannya. Kalau fans Persib, dari kecil ya.

Anda ikut menyelamatkan nasib Persib ketika terancam bubar. Apa yang membuat Anda antusias? Karena saat itu belum ada bayangan sepakbola industri.

Waktu awal tidak kepikiran. Saya hanya merasa bisa seperti ini karena aktif di olahraga. Saya banyak teman dan relasi mungkin karena olahraga.

Jadi awalnya bantu dulu deh, bagaimana nanti. Tapi setelah masuk, saya pikir fans Persib banyak, bobotoh fanatik. Saya mulai pelajari itu. Di tahun pertama saya belum pelajari, di tahun kedua dan ketiga ini mulai pelajari. Sebenarnya kalau di-manage secara profesional, harusnya bisa jalan.

Tapi, awalnya tidak ada hitung-hitungan akan ada untung, karena kita tahu akan rugi. Tapi, mudah-mudahan jika di-manage secara profesional seperti perusahaan terbatas (PT) dan kita punya niat baik, harusnya bisa bagus. Ada banyak rencana ke depan untuk Persib ini.

Sampai tahun ketiga ini bagaimana trennya?

Sampai tahun ketiga trennya positif. Ruginya semakin berkurang. Kalau sudah untung rencananya akan dibawa ke bursa. Jadi supaya para bobotoh dan masyarakat pecinta Persib bisa menjadi pemegang saham Persib. Saya pikir banyak teman-teman yang bertanya, kenapa tidak go public saja. Saya sudah pikir ke sana arahnya.

Kapan rencana go public itu?

Saya pikir ada dua. Yang pertama jadi seperti ayam dan telur. Kalau prestasi Persib bagus, sponsor akan berdatangan. Kalau sponsor berdatangan, penonton penuh, pendapatan meningkat, maka kita tidak rugi. Kalau itu terjadi dan untung, maka kita bisa rilis di bursa. Tapi, kalau prestasi tidak bagus, penonton berkurang, sponsor tidak mau, ya agak sulit. Kita harus lihat keseluruhan itu. Mudah-mudahan sih tahun depan.

Di putaran kedua ISL ini Persib menurun, padahal pemainnya bagus-bagus. Selama ini problemnya apa?

Terus terang kalau tenis saya bisa evaluasi lebih mendalam, karena lebih mengerti. Kalau sepakbola, saya masih mempelajari. Kita sebagai fans, kita merasa tahu, padahal kita tidak mengerti. Memang kita harus melakukan evaluasi menyeluruh mungkin pada akhir musim ini.
Bersama-sama dengan direksi dan komisaris PT PBB, juga mungkin masukan-masukan dari mantan pemain, bobotoh, klub-klub lain dan semua pecinta Persib. Karena kalau kita lihat dari awal musim, saat kita perkenalkan pemain-pemain, tidak ada satu fans pun yang bilang “Jangan pilih pemain ini, pemain ini tidak bagus, Persib nanti bakal kalah.” Jadi memang pemainnya sudah bagus.

Kalau sepakbola, memang lain ya. Ada 11 pemain, kalau tidak sehati, tidak bermain bersama-sama secara lama, mungkin belum bisa maksimal.

Jadi mungkin memang kendala yang kita hadapi sebelumnya tahun 2009 ke 2010 ada pergantian pemain. 2010 ke 2011 ada pergantian pemain, hingga kita menyadari bahwa akan memerlukan waktu untuk membentuk tim yang kuat. Tidak bisa kita mengharapkan sukses hanya dalam satu malam meski ada bintang-bintang.

Jadi saya pikir, komitmen itu tidak bisa setahun-setahun. Saat ini kontrak pemain atau pelatih biasanya kan jangka pendek. Mungkin evaluasi yang akan kita lakukan adalah tidak mengharapkan juara tahun ini, tapi dua atau tiga tahun ke depan. Yang penting tiap tahun ada peningkatan. Terus terang, kalau dilihat dari yang paling rugi, kita semua pasti rugi. Jadi saya lihat, mungkin lebih ke komitmen kita lebih panjang. Mungkin bobotoh harus tetap bantu. Mengharapkan Persib berprestasi, tapi saya pikir kita mesti realistis bahwa tim dibentuk memerlukan waktu, tidak bisa langsung.

Mungkin yang akan kita evaluasi, bahwa kita harus membentuk tim yang bagus untuk jangka panjang. Tahun depan misalnya kita mulai memikirkan Persib junior, U-14, U-16, U-19, U-21. Itu yang menurut saya penting, jadi kita punya stok pemain berkesinambungan. Kalau kita lihat tidak bagus, kita cari tempat lain. Kalau kita lihat sekarang sudah berbeda, karena sudah banyak pemain asing.

Lima dari 11 pemain Persib itu pemain asing, jadi seharusnya kualitas pemain-pemain kita harusnya naik. Kalau tidak, maka sulit untuk bersaing. Kalau dulu perserikatan tidak ada pemain asing. Kalau sekarang tidak ada pemain asing, agak berat. Saya sih inginnya semuanya pemain lokal.

Jika Go Public Terwujud?

Saat ini memang kita minim fasilitas. Mimpi saya kalau sudah go public, dananya akan saya pakai untuk membangun stadion latihan untuk Persib. Mess untuk Persib, tempat fitnes, class room, tempat makan. Itu memerlukan dana yang tidak sedikit.

Dalam tiga tahun terakhir Persib sering berganti pelatih. Apakah ada perbedaan pandangan antara manajemen tim dan pemegang saham PT PBB?

Saya sempat mempertanyakan, tapi kami tidak mendesain setiap 6 bulan atau setiap musim kita ganti pelatih. Boleh dibilang tidak beruntung.

Ada permasalahannya masing-masing. 2009 ada Jaya Hartono, bukan karena ada masalah dengan manajemen atau pemain, tapi beliau mengundurkan diri karena ada masalah dengan bobotoh. Sisa beberapa pertandingan, sulit cari pelatih. Mau tidak mau Pak Robby Darwis menggantikan di lima pertandingan terakhir.

Pada 2010, kita setuju menunjuk Darko (Daniel Janakovic). Di tengah jalan ada ketidakcocokan pelatih dengan pemain. Akhirnya, kita putuskan diganti asistennya, Jovo (Cuckovic). Kita juga salah karena mungkin Jovo bagus karena ada Darko. Setelah itu diganti Daniel Roekito. Itu sudah pelatih kelima dalam 1,5 tahun. Saya juga melihat ada kemungkinan pelatih punya gaya sendiri yang tidak cocok dengan pemain.

Awal musim ini saya sebenarnya sudah ada deal dengan pelatih yang tidak bisa saya sebutkan. Pelatih lokal yang sangat bagus. Tapi, beliau harus menangani sifatnya yang lebih besar. Nah, pemain-pemain ini sudah ditunjuk oleh pelatih itu. Pemainnya ini-ini, cara mainnya begini-begini. Ketika pelatih tidak jadi masuk karena dapat pekerjaan yang lebih besar, ada beberapa pemain yang tadinya mau gabung, akhirnya tidak jadi.
Karena tidak jadi, berarti ada kekosongan. Seperti strikernya kurang, gelandang kurang. Berdasarkan rekomendasi pelatih yang ini, akhirnya kami memilih Drago Mamic. Tapi, karena pemainnya kurang, akhirnya sulit.

Saya ingin klarifikasi, bahwa ini bukan keputusan Pak Umuh yang menunjuk pemain-pemain. Itu ditunjuk oleh pelatih tersebut. Pak Umuh, Pak Kuswara, juga minta persetujuan ke saya. Kita semuanya setuju dengan line-up pemain.
Akhirnya kita memilih Mamic. Di enam pertandingan awal masih oke, tidak terkalahkan. Tapi, tiba-tiba dari bagus jadi turun. Setelah melakukan evaluasi, akhirnya kami melepas Mamic di tengah musim. Cari-cari pelatih yang bagus di tengah musim susah. Mau tidak mau kembali ke Robby Darwis.

Mengenai pengunduran diri Pak Umuh?

Pak Umuh mau mundur saya tahu dari koran. Saya belum bertemu langsung. Kalau dilimpahkan semua kesalahan ke Pak Umuh itu tidak adil.
Tanggung jawab harus ditanggung bersama. Apakah kalau Pak Umuh mundur terus prestasi Persib akan bagus? Menurut saya sih tidak. Siapa
yang bisa jamin? Menurut saya bukan kesalahan satu atau dua orang. Semua pasti ada salahnya. Kami sudah memikirkan ke depan. Saya, Pak Umuh, Pak Zainuri, Pak Kuswara sudah memikirkan pelatih siapa yang akan kita ambil. Bagaimana membangun Persib.

Saya akan membicarakannya dengan Pak Umuh. Saya akan minta beliau untuk mempertimbangkannya kembali. Menurut saya tidak akan menyelesaikan masalah. Pasti ada orang yang tidak suka dengan saya, Pak Umuh, bapak-bapak yang lain, pelatih. Yang mesti kita jawab, kalau Pak Umuh mundur, siapa penggantinya? Kalau mundur, apakah akan lebih baik?
Menurut saya lebih baik Pak Umuh tetap menjadi manajer hingga akhir musim, baru kita evaluasi. Kalau memang pertanggungjawabannya kita semua harus diganti dengan yang lebih jago, tidak masalah. Pak Umuh dedikasinya besar untuk Persib. Dia sangat cinta dan sayang terhadap Persib. Mungkin ada orang yang mengartikannya lain. Jumat, saya akan ke Bandung dan akan berbicara dengan beliau.

Soal pemain-pemain junior Persib?

Kalau ada posisi yang kami butuhkan, dan ada pemain dari Jawa Barat yang bisa kita ambil, kita akan memerlukan pemain tersebut. Kalau tidak ada, kita akan cari keluar. Itu seperti kesepakatan tidak tertulis.

Apakah pemain-pemain Persib selama ini dimanja? Benarkah ada perlakuan seperti itu?

Saya lihatnya tidak seperti itu. Saya dengar dari teman-teman, saya lihat di lapangan, mungkin tidak sepenuhnya betul. Saat pelatih memberikan instruksi, semua menjalankan perintah. Kalau saya lihat beberapa latihan, apa yang pelatih suruh, tidak ada yang menolak.

Rumor Pak Umuh ikut campur masalah teknis?

Saya tidak menyaksikan sendiri secara langsung. Tapi, kalau di awal, pemilihan pelatih kita bicarakan sama-sama. Pemilihan pemain masukan dari pelatih. Teknis, saya kira wajar seorang manajer memberikan masukan ke pelatih. Jangankan manajer, kita-kita saja sering bilang begini-begitu. Saya pikir masih wajar, masih dalam batas kewajaran.

Manajer Persib adalah kursi panas karena akan selalu berhadapan dengan bobotoh?

Persib itu punya fans yang besar. Siapa yang akan menjadi manajer, akan selalu menghadapi situasi seperti ini. Mau tidak mau, kita harus bermain
bagus.

Pelatih Persib musim depan apakah harus pelatih lokal?

Lokal atau asing itu nomor dua. Yang pertama adalah yang punya pengalaman di Liga Indonesia, jadi tahu pemainnya siapa-siapa aja. Kedua, bisa mengerti Bahasa Indonesia, jadi apa yang disampaikan ke pemain bisa dimengerti.

Kalau Bobotoh tetap menolak Pak Umuh?

Saya tidak bisa berandai-andai. Saya akan bicarakan dulu dengan beliau. Kita lihat nanti reaksinya bagaimana. Saya yakin tidak semua bobotoh menginginkan Pak Umuh mundur. Kita sudah melewati 70 persen kompetisi, kenapa tidak kita selesaikan dulu musim ini.

Bagaimana soal rumor Pak Umuh bikin Persib tandingan?

Janganlah. Kalau dilihat dari sejarah, ada klub-klub besar di Indonesia. Sayangnya, sekarang terpecah. Persija ada dua, Persebaya ada dua, PSMS ada dua. Jadi saya pikir, janganlah kita tercerai-berai, nanti akan lemah. Sejak musim lalu ada isu akan bikin Persib 1933, Persib apalah. Lebih baik kita konsentrasi memajukan klub.

Bagimana sikap Persib soal pemanggilan pemain ke Timnas?

Sebenarnya kita tidak melarang, tapi kehadiran pemain yang dipanggil ke Timnas masih sangat dibutuhkan. Kalau melepas tiga pemain, menurut kita akan merepotkan Persib. Waktunya yang tidak bagus untuk kita. Kalau sudah berhenti kompetisi mungkin akan lain. Kita bangga jika ada pemain yang dipanggil masuk Timnas.

Rumor Alfred Riedl akan melatih Persib?

Kemarin beliau datang menonton Persib hanya menjadi pelatih Timnas yang ISL. Jadi beliau tidak punya kapasitas untuk membicarakan jadi pelatih klub. Karena di Timnas, beliau akan sibuk untuk beberapa tahun ke depan. Memang salah satu dari kita pernah lontarkan ke teman-teman adalah Riedl, Robert Rene Alberts yang saat ini masih di Malaysia.

Target realistis musim ini?

Kita tetap targetkan ke Pak Robby, semua partai kandang menang. Ada beberapa tandang yang kita targetkan seri, dan ada beberapa yang kita harus realistis. Tentunya ada target-target tertentu untuk Pak Robby.

Harapan dari dualisme kompetisi?

Saya sih menghimbau saja kedua petinggi PSSI mencari suatu formula agar bisa satu lagi. Saat memilih ke ISL, memang ada satu sponsor yang mundur. Tapi, karena ini semua teman-teman, bisa kita jelaskan. Sponsor kan melihat jumlah fans yang nonton, televisi yang ditayangkan. Jadi sampai saat ini, di luar prestasinya Persib sih, mereka cukup puas.

Kami Masih Bisa Gusur Juventus

BERITA BOLA – Sukses menipiskan selisih dengan Juventus menjadi hanya satu angka, pelatih AC Milan Massimiliano Allegri mengungkapkan bahwa timnya masih percaya dan akan selalu percaya dengan peluang mereka untuk merebut Scudetto musim ini.

Kepastian itu didapat setelah AC Milan menaklukkan Atalanta 2-0, sementara Juventus ditahan Lecce 1-1 pada waktu yang bersamaan.

“Lima menit jelang pertandingan selesai, perburuan Scudetto bisa saja berakhir,” tutur Allegri sambil tersenyum.

“Kini, kami sangat termotivasi untuk melakoni derby.”

“Jika bisa meraih hasil positif dan Juve terpeleset lagi, maka kami bisa menggusur mereka dari puncak klasemen.”

“Untuk saat ini, Scudetto memang di tangan Juve, tapi kami masih percaya dan akan selalu percaya.”

“Pada 15 menit terakhir, kami merasa seperti di sebuah teater menunggu tuntasnya opera, karena kami tahu hanya hasil di Turin lah yang bisa menolong. Semua sulit diprediksi, tapi inilah sepak bola,” pungkas Allegri.

Indonesia Berencana Undang Xabi Alonso ke Jakarta

Jakarta – Dua Kelinci berencana untuk kembali menggelar acara “Indonesia Mengoper Bola” pada Juli mendatang. Yang menarik, acara tersebut rencananya akan menghadirkan Xabi Alonso.

Setelah mendapatkan respons positif pada penyelenggaraan tahun lalu, Dua Kelinci akhirnya berniat menggelar perhelatan serupa Juli mendatang.

Terkait rencana mendatangkan Xabi, seperti diketahui, gelandang Real Madrid itu hampir dipastikan memperkuat Spanyol di Piala Eropa. Oleh karenanya, pihak Dua Kelinci masih menunggu hasil dari turnamen empat tahunan tersebut.

“Yang pasti datangnya Juli. Dia (Xabi) mau datang sama istri dan anak. Dia sudah janji sama istrinya, kalau menang Euro, dia mau istirahat 10 hari. Baru setelah itu, dia mau ke Jakarta,” ujar Edwin Setiono dari Dua Kelinci, dalam konperensi pers di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (2/5/2012).

“Mungkin dia mau kita ajak jalan-jalan. Nanti ada meet and greet juga. Atau mungkin kita ajak ke Bali.”

“Juli-nya kapan, belum pasti. Tergantung Euro,” tegas Edwin.

Pada tahun 2011, acara “Indonesia Mengoper Bola” diikuti sebanyak 50.000 peserta dalam acara yang berlangsung di Jakarta, Bandung, Semarang, dan Jakarta. Ketika itu, acara dihelat sebagai launching kerjasama antara Dua Kelinci dan Real Madrid, serta dihadiri Luis Figo.

Identitas Lima Pemain ISL Masih Gelap

JAKARTA – Manajer tim nasional (timnas) senior Ramadhan Pohan, meminta semua pihak bersabar menunggu siapa nama lima pemain Indonesia Super League (ISL) yang sudah bergabung dalam proses seleksi timnas di Lapangan Universitas Yogyakarta. Kabarnya kelima pemain tersebut, akan ikut bermain saat timnas Merah Putih berujicoba dengan PPSM Magelang, Rabu (2/5).

Berbagai kabar berkembang, memang sudah ada sekitar lima pemain ISL yang bergabung dalam proses seleksi timnas senior di Yogyakarta. Akan tetapi, siapa-siapa saja pemain tersebut sampai saat ini belum bisa dipastikan. Sedangkan kabar yang tersiar akhir-akhir ini, lima nama yang dimaksud adalah Fandi Mochtar, M Roby, Djayusman Triasdi, Titus Bonai, dan Oktovianus Maniani.

“Siapa kelima pemain ISL yang sudah bergabung, nanti saat timnas berujicoba (lawan PPSM Magelang, 3 Mei) baru akan kita lihat bersama perkembangannya seperti apa. Yang pasti, saya belum bisa jelaskan saat ini,” ungkap Ramadhan, saat dihubungi wartawan, Selasa (1/5).

Ditutup-tutupinya lima nama tersebut, tentu menimbulkan banyak tanda tanya. Pertanyaan besar pun menyeruak, apa benar sudah ada pemain ISL yang bergabung dalam proses seleksi timnas senior sampai sejauh ini. Namun, Ramadhan coba memberikan keyakinan btersebut. Dirinya menilai sebenarnya kabar kedatangan kelima pemain tersebut sudah jelas.

“Sebenarnya sudah jelas, tapi saya belum bisa sampaikan sekarang. Nanti tunggu saja bagaimana perkembangan selanjutnya. Kalau saya sampaikan semua tidak bagus. Saya juga perlu menja keutuhan tim. Nanti kalau sudah masuk akan kami umumkan,” paparnya.

“Untuk saat ini kondisinya belum kondusif. Beberapa klub masih coba untuk mengganggu. Itu yang jadi persoalannya,” sambung pria yang juga mantan wartawan tersebut.

Gusnul Jadi Pelatih Baru PSIS

SEMARANG – PSIS akhirnya memiliki pelatih baru. Kemarin, manajemen mengumumkan nama Gusnul Yakin sebagai pelatih yang akan membesut Skuad Mahesa Jenar hingga akhir kompetisi mendatang. Menurut rencana, Gusnul mulai melatih Donny Siregar dkk pada Selasa (1/5) besok.

”Gusnul akan menangani tim PSIS selama dua bulan atau hingga Juni mendatang. Mengenai detail kontraknya, pihak Jakarta (konsorsium) yang tahu,” kata Daniel Toto Indiono, Manajer PSIS.

Bergabungnya Gusnul Yakin ke PSIS membuat status pelatih lama Edy Paryono semakin tidak jelas. Hingga laga terakhir PSIS kontra Persikab dua hari lalu, manajemen belum menjelaskan kepastian status pelatih yang akrab disapa EP itu.

Daniel Toto juga tidak bersedia berkomentar seputar status EP. Dia hanya menegaskan posisi pelatih kepala di PSIS sangat penting. Apalagi kompetisi memasuki masa-masa yang sangat krusial dengan persaingan yang sangat luar biasa sengitnya.

”Kami harus segera bertindak untuk menghadapi persaingan yang sangat ketat ini. Manajemen berharap, kedatangan pelatih baru mampu memberikan kontribusi positif bagi PSIS,” imbuhnya.

Ada fakta unik mengenai masuknya Gusnul Yakin di PSIS. Kedatangannya ke Semarang menjadi momentum kedua bagi Gusnul menggantikan posisi Edy Paryono dalam menangani sebuah tim.

Sebelumnya, pada September 2009 lalu, Gusnul menggantikan posisi Edy Paryono di Persik Kediri. Saat itu Edy Paryono mundur dari jabatan karena tidak digaji.

M. Roby Tak Dilepas ke Timnas

Tenggarong – Presiden Direktur PT. Putra Samarinda Indonesia, Harbiansyah Hanafiah, membantah pernyataan manajer timnas Ramadhan Pohan bahwa M. Roby akan bergabung ke skuad “Garuda”.

Hal itu dikatakan Harbiansyah seusai Persisam melakoni pertandingannya melawan tuan rumah Mitra Kukar, dalam lanjutan kompetisi Indonesian Super League (ISL) di Tenggarong, Kutai Kertanegara, Minggu (29/4/2012),

Sebelumnya, Ramadhan mengklain bahwa pemusatan latihan (training camp) timnas senior yang sedang digelar di Yogyakarta akan diikuti pula oleh lima pemain klub ISL. Selain M. Roby, mereka adalah Djayusman Triasdi, Fandi Mochtar, Titus Bonai (Persipura), dan Oktovianus Maniani (Persiram).

Dikatakan Harbiansyah, Djayusman dan Fandi sudah bukan pemain Persisam lagi karena mereka sudah dipecat klub lantaran kasus indisipliner. Adapun Roby, yang sudah minta maaf sehingga tak jadi dipecat, dipastikan takkan dilepas ke timnas.

“Itu sudah kita sepakati (bersama tim ISL lainnya), tidak akan memberikan pemain ke PSSI,” kata Harbiansyah, kepada wartawan termasuk detikSport di Stadion Aji Imbut Tenggarong.

Harbiansyah juga enggan menanggapi lebih jauh terkait klaim tersebut dan menilainya tidak perlu ditanggapi serius. Menurut dia, Al-Nakbah International Tournament yang akan diikuti Indonesia di Palestina pada 13-23 Mei mendatang, bukanlah turnamen resmi FIFA.

“Tidak perlu panjang lebar menanggapi klaim. Yang jelas, itu turnamen bukan agenda FIFA,” ujar Harbiansyah yang juga menjabat sebagai Komisaris PT Liga Indonesia itu.

“Tidak, tidak ada surat permintaan kepada kita (untuk meminjamkan M Roby). Kalaupun ada, tidak ada pemain untuk PSSI. Kita semua sudah sepakat soal itu,” tegas dia lagi.

Pemain PSM Ancam Mogok

MAKASSAR – Gaji para pemain PSM Makassar terlambat dibayar oleh Konsorsium LPI. Jangka waktu telatnya gaji itu sudah berlangsung selama 14 hari terakhir ini.

Rasa jengkel pun mencuat di skuad Pasukan Ramang. Buntutnya, Andi Oddang cs membuat surat berisi ancaman akan mogok latihan. Tak tanggung-tanggung, 29 pemain membubuhkan tanda tangan di surat ancaman.

“Setelah melawan Persebaya (Sabtu, 28/4/2012) nanti, bila mereka belum digaji, para pemain mengancam tidak mau latihan. Pemain membuat surat pernyataan ini sepengetahuan pelatih,” kata Media Officer PSM Makassar Andi Widya Swadzwina sambil menunjukkan surat tersebut kepada wartawan BERITA BOLA di Makassar, Kamis (26/4/2012).

Ancaman mogok latihan itu menyusul satu per satu pemain sempat bisik-bisik dengan wartawan mengungkapkan soal gaji yang telat. Tapi tak ada yang terkesan berani terang-terangan. Sikap pemain itu ternyata didukung pelatih Petar Segrt.

“Sebenarnya ancaman mogok sudah dilontarkan oleh pemain sejak tim akan bertanding lawan PSMS Medan pekan lalu. Niat tersebut urung dilakukan karena pelatih turun tangan dan meminta agar pemain bersabar,” ungkap Wina.

Rupanya, masalah ini bermula dari janji. Pihak manajemen berjanji segera membayarkan gaji pemain, namun tak kunjung membayarkan.

Dua poin penting mengenai betapa risaunya para pemain PSM tertulis dalam surat seperti ditunjukkan Wina. Pertama, memberi batas waktu bagi Konsorsium LPI dan manajemen lokal untuk segera membayarkan hak mereka sampai paling lambat 29 April mendatang.

Kedua, para pemain menyatakan rasa kecewa kepada manajemen lokal. Semula mereka mengira jika gaji terlambat dibayar, manajemen lokal akan mencarikan dana talangan. Namun, hingga kemarin, baik pihak Konsorsium LPI belum juga mencairkan gaji pemain dan begitu pula halnya dengan manajemen lokal.

Jelang laga lawan Persebaya kali ini pun, ancaman serupa sempat terlontar namun hanya menguap di udara panas kota Makassar. Konon, lagi-lagi pelatih yang minta kesabaran dari para pemain Juku Eja. “Setelah lawan Persebaya, pelatih mempersilahkan pemain mogok kalau gaji mereka belum dibayarkan,” tuntas Wina.